24 Maret 2015

KEPEMIMPINAN = SENIMAN


Kepemimpinan merupakan sebuah manifestasi dari cara mempengaruhi orang lain dari yang tadinya tidak setuju, menjadi setuju, yang kontra menjadi pro, yang tidak percaya menjadi percaya dalam sebuah situasi atau perkara yang ada. Pemimpin tidak selalu memiliki sikap Kepemimpinan, akan tetapi orang yang mempunyai sikap kepemimpinan dianjurkan untuk menjadi seorang pemimpin.
Memang tidaklah mudah untuk mempengaruhi orang lain, apabila hal tersebut berkaitan dengan perbedaan ideology (yang meliputi agama, golongan, suku, ras, budaya, adat), kepentingan serta ego dari suatu individu. Tetapi hal ini menjadi menarik, apabila terdapat pro dan kontra yang sulit menemukan titik temu dalam sebuah musyawarah (mufakat).

Mengapa adanya ketidaksepahaman menjadi sesuatu yang menarik? Bukan kah lebih mudah apabila sudah sepaham dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan? Memang akan menjadi mudah apabila sebuah permasalahan atau dalam memutuskan suatu perkara tidak ada pihak yang kontra, tetapi ini justru menjadi hal yang menarik untuk dihadapi, karena didalam hidup, sebuah rintangan atau hambatan atau permasalahan akan membuat manis (memberi warna) dalam menghadapi hidup tersebut.
Seorang Ketua Organisasi atau Manajer sebuah perusahaan akan dihadapkan pada sebuah permasalahan tentunya. Maka dalam permasalahan tersebut, Ketua atau Manajer tersebut dituntut untuk menjadi “Seniman” dadakan, dimana ia harus berfikir “Bagaimana untuk bisa mempengaruhi kaum-kaum kontra tersebut agar sesuai dan memiliki satu pandangan?”. Tentunya tidaklah mudah untuk melakukan hal-hal yang dapat berdampak pada perubahan perspektif atau ideologi seseorang. Semakin kompleks masalah yang dihadapi, akan semakin besar dampak atau resiko yang akan diterima.
Cara-cara untuk mempengaruhi pihak kontra menjadi sepaham itulah yang dinamakan sebagai sebuah seni, dimana pemikiran seseorang dalam memahami permasalahan atau mencari jalan keluar pasti berbeda. Tidak hanya sampai disitu, pemikiran yang memiliki Plan A, Plan B dan Plan sebagainya merupakan  pemikiran yang harus dimiliki pula, apabila terjadi sebuah kegagalan dalam pelaksanaan rencana tersebut. Maka Seniman dadakan merupakan sebuah “Profesi” yang amat memutar otak, dimana harus dituntut memiliki Kreatifitas, Inovatif, Komunikatif serta perencanaan masa depan yang terstruktur.  Itulah “Seniman” dalam Institusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar